Anthurium si Bunga Ekor yang memikat


Pertengahan tahun 2006, tanaman hias daun yang satu ini memang menjadi primadona. Betapa tidak para hobiis dan kolektor semuanya tertuju padanya. Siapa yang tidak tahu, nama-nama seperti gelombang cinta, jenmanii, hookeri, keris, corong, sirih, yang booming saat itu. Anthurium daun nama yang lebih dikenal. Dari pertengahan 2006 sampai akhir 2007 terjadi tren yang spektakuler. Harga anthurium yang biasanya puluhan sampai ratusan ribu saja, saat itu dibandrol ratusan juta, bahkan ada yang sampai tembus diatas 1 milyar. Hal ini bisa jadi sebuah trik para pedagang besar. Bahkan biji jenmanii kobra menjadi tervavorit, banyak dicari orang, bahkan ada yang menjadi biji termahal denga harga Rp. 800.000,- per butir.

Terkatrolnya harga anthuirum yang tidak rasional saat itu tidak terlepas dari tren. Yang mana stok yang ada tidak imbang dengan permintaan. Dan juga pemain di anthurium masih sedikit. Hukum ekonomi berlaku disini. Tren sengaja diciptakan oleh pelaku-pelaku pasar. Biasa tren tanaman hias secara periodik terjadi dalam kurun 5 ~ 10 tahunan. Belum ada jenis tanaman hias yang lain melebihi tren anthurium kala itu.

Saat ini anthurium kondisinya sangat terpuruk. Banyak nursery yang punya stok anthurium rata-rata kondisinya kurang terawat. Yang penting bisa bertahan hidup. Biaya perawatan yang tinggi, tidak sesuai dengan harga jualnya. Omsetpun sangat jauh menurun. Sehingga diperlukan jurus-jurus baru untuk mendongkrak dan mengkatrol harga supaya bisa naik lagi.

Beberapa hal penyebab kondisi anthurium jatuh adalah :

1.    Tren yang dikondisikan.

Pengkondisian tren diciptakan oleh pemodal besar. Hal ini biasanya akan terjadi sesaat. Kemudian terjadi booming. Setelah itu pasar akan hancur dan terpuruk. Pada kondisi ini siapa yang cepat akan panen. Strategi ini sudah disiapkan dan diantipasi oleh para pemodal besar. Pemodal yang ikut arus biasanya hancur.

2.    Banyaknya pemain baru dadakan.

Pemain baru ini hanya atas dasar bisnis semata. Bukan didasari oleh hobi. Biasanya dilakukan oleh pemodal besar dengan naluri bisnisnya. Dialah penentu pasar. Setelah mengeruk keuntungan besar, pasarnya dibuat jenuh dengan stok melimpah. Harga….terjun bebas..

3.    Stok anthurium yang melimpah.

Jumlah anthurium yang beredar dipasaran melebihi dari permintaan pasar. Hal ini karena tidak adanya kontrol, terutama anthurium import. Para pemodal besar mendatangkan dari luar negeri tanpa batas. Memanfaatkan harga didalam negeri yang melambung tinggi, sementara diluar negeri harga stabil saja. Peran pemerintah dan asosiasi sangat diperlukan dalam import ini. Regulasi tentang import yang mengarah pada pembatasan sepertinya tidak ada.

4.    Perbanyakan  anthurium mudah dan cepat.

Perbanyakan atau perkembang biakan anthurium mudah dilakukan. Pembiakan dengan biji mudah dilakukan oleh siapa saja. Tidak diperlukan teknologi khusus dalam hal ini. Disamping juga bijipun laku dijual. Sehingga membuat para hobiis maupun pemain baru untuk berlomba. Akibatnya begitu cepat stok menumpuk dan berlimpah. Sehingga nilai tawarpun jatuh.

Kapan tren anthurium akan terjadi lagi, tidak ada yang tahu. Memang banyak orang menangis selepas tren anthurium kala itu. Ada yang rumah, mobil atau barang berharga lainnya dijual untuk modal menebus sang bunga ekor yang memikat ini. Untuk indukan, dengan harapan akan kembali berlipat ganda. Harapan tinggalah harapan. Ada kenangan manis bagi yang telah mendapatkan untung besar. Dan tidak sedikit yang telah mendapatkan kenangan pahit. Cari kesempatan peluang yang ada. Tanaman hias mempunyai peluang yang masih besar. Jangan larut dan terpuruk. Rawat kembali anthurium sisa yang ada dan pelihara dengan baik, bahkan terus kembangkan. Siapa tahu esok akan terulang tren manis tersebut. Bravo… anthurium Indonesia.

About these ads

18 Tanggapan

  1. Artikal mengenang saya waktu kena gelombang cinta, hokeri, jenmanii dll. Tapi sampai sekarang cinta bergelombang ku tetap siram dan ku belai, habisnya cinta sama hanthurium.. siapa tahu nanti di zaman nya anak cucu kita nanti bisa meledak kayak boom dan heboh lagi ? Moga aja.. Pecinta + pemain ANTHURIM

  2. Itu harapan kita semua. lebih cepat lebih bagus, asal tetap terawat aja.

  3. aku diojok-ojokin ama adik iparku untuk beli anthurium katanya mau buming lagi & aku beli eh ternyata eh ternyata itu hanya impian. aku beli cobra varian 1ukurn 40 cm.superret ukuran 70 cm.king kobra ukuran 1m.kobra mendekati katalok (katanya)1 ukuran 40cm.itu semua seharga 3 jt mahal kaganya aku belinya?

  4. Saya rasa harga dapat naik kembali bila stock yang ada berkurang, bagaimana berkuang?, kran import terus ngucur, pembibitan terus bertambah, mungkin bisa habis lebih cepat klo ada hama kali…. saran dirawat yang baik aja, bisa dinikmati, rasa kenikmatan itu kan tidak bisa diukur dengan nilai uang, sambil dibuat indukan, nati anakannya baru dijual, lambat tapi pasti dapat menghasilkan. terima kasih.

  5. Mohon kepada pemerintah agar import anturium apapun jenisnya harus dibatasi, agar stock dalam negeri tidak berlimpah hal ini salah satu penyebab harga anthurium anjlog, mohon juga kepada semua pihak terutama pemodal besar jangan hanya mengeruk keuntungan sesaat…tapi bagaimana harga anthuium itu bisa terus stabil.. paling tidak tidak terlalu jatuh harganya… BRAVO ANTHURIUM INDONESIA…semoga Anthurium BOOMING lagi..

  6. batasi import ant\hurium

  7. Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah (JASMERAH), sejarah yang terjadi di Belanda Tahun 1637 dengan kasus bunga tulip terjadi di Indonesia. Kunci jawabannya adalah “Euphoria” psikologi massa

  8. Saya setuju sekali dengan itu, sebenarnya tidak hanya anthurium saja yang perlu dibatasi, semua jenis tanaman hias import, dan kalao perlu stop. Kenapa mesti import, dinegara kita kaya akan jenis tanaman hias????. Tinggal bagaimana menyuarakan ini ke pemerintah, sehingga dapat didengar.

  9. saya adalah salah satu penyuka tanaman hias terutama anthurium, dirumah saya banyak sekali anthurium terutama gelombang cinta,
    walaupun sekarang anthurium jatuh tp saya selalu sayang dan tetap merawat tanaman ini dengan baik dan penuh kasih sayang
    saya yakin ,bahwa sewaktu waktu tanaman ini dapt melambung lagi
    semangat

  10. selain kita mengikuti hobi kita, kita juga bisa inves dengan mengembangkan berbagai tanaman hias

  11. Itulah bisnis tanaman hias dari hobi yang bisa menghasilkan uang, ya walaupun kemarin anthurium sempat banyak orang jatuh karenanya, tapi masih bisa menghibur dan memberi semangat dari indah dan menawannya sosok yang ditampilkan. tetap semangat mas Zamroni.

  12. tadi siang dah ada yang nanyain harga bibitan gelombang cinta saya, saya yg jd bingung brp standardnya skrang ya ? saya jg mulai memperbanyak anthurium lewat biji dan split…kayaknya mulai rame lagi..

  13. Alhamdullilah, mulai bergeliat lagi, yang penting dirawat bail terus. masalah harga untuk tanaman hias itu tidak ada patokkannya, yang penting sama cocok oke, atau lihat tren harga di pasaran sekitar tempat tinggal Anda saja. terima kasih.

  14. akhirnya deal untuk gelcin bibit @ 5 rb panjang daun 10 cm , abg @ 25 rb daun 25 cm , remaja @ 50 rb daun 35 cm…ternyata yg beli dr sulawesi katanya dsana mahal…tak tawarin jemani eeee….trnyata tidak tahu….akhirnya saya jelasin dr awal sampai akhir :),

  15. Siiip, Tetap pelihara dan pertahankan untuk tetap menarik orang lain, karena tanaman hias itu yang dinikmati keindahannya dan tidak ada harga pasti.

  16. trend sesaat….,
    apa trend yang dibuat-buat ?…..

  17. Trend tanaman hias biasanya memang diciptakan atau dibuat untuk mendongkrak harga, namun trend ini ada yang bisa bertahan lama dan kadang hanya sesaat saja, banyak faktor yang mempengaruhi, tergantung dari jenis tanaman hias yang di trendkan saja. Selama ini kalau saya amati trend anthurium adalah trend tanaman hias yang paling lama.

  18. jaman edan, sing ora ngedan ora keduman, tapi bejo-bejone wong sing eling lan waspodo.., mari kita gunakan akal sehat dan logika

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 519 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: