Posting kali ini adalah melanjutkan yang lalu, tentang 3 gangguan pada tanaman hias. Yang pertama gangguan fisiologis atau kesalahan dalam perawatan telah diulas. Hama sebagai penyebab gangguan tanaman. Gangguan sekecil apapun pada tanaman hias tidak boleh diremehkan. Karena tanaman hias yang dijual atau dipamerkan adalah keindahannya. Dengan sedikit gangguan oleh hama, keindahannyapun akan berubah, tentunya harga akan jatuh. Untuk itu perlunya pengawasan dan pengamatan yang teliti agar cepat bila ada gangguan hama dapat segera diselesaikan.
Di Indonesia yang tropis ini, hama tanaman tumbuh dengan subur. Termasuk pada tanaman hias, hama susah dihindari. Khusus hama pada anggrek telah diulas didepan. Yang terpenting adalah, bagaimana sedini mungkin mengetahui gejala serangan. Sehingga dapat dengan cepat dikendalikan. Serangan hama sangat merugikan. Banyak dana akan terkuras untuk mengendalikannya. Namun belum tentu hasil maksimal. Apalagi pada tanaman hias, butuh waktu untuk memulihkannya bila sudah rusak.
Pengenalan gejala serangan hama tidaklah mudah, butuh pengalaman dan ketelitian.
Serangan Hama Tanaman hias
1. Pada daun terdapat garis-garis putih.
Diagnosis Penyebab : Ulat penggerek daun yang membuat terowongan dan memakan daging daun Cara mengatasi : Jika sedikit pangkas daun yang terserang dan bakar atau ditanam. Jika sudah banyak semprot insektisida sevidol 4/4 G dengan dosis yang dianjurkan.
2. Pada pucuk tanaman atau bawah daun terdapat kutu berwarna putih.
Diagnosis Penyebab : Serangan kutu putih, kutu putih permukaanya mempunyai lapisan lilin dan tepung berwarna putih. Serangan yang parah dapat menyebabkan kematian tanaman. Cara mengatasi : Bila masih sedikit dapat disikat dengan sikat gigi bekas. Dan bila serangan parah, semprot insektisida sevin 85 C sesuai dosis yang dianjurkan.
3. Tanaman layu karena batang dan daun lemah. Pada daun terlihat bekas bintik-bintik.
Diognosis penyebab : Serangan kutu hijau atau apids, kadang juga berwarna kuning kecoklatan. Kutu ini menghisap cairan batang dan daun tanaman. Cara mengatasi : Penyemprotan dengan insektisida yang mengandung malathion pada seluruh bagian tanaman
4. Permukaan daun berwarna coklat kemerahan.
Diagnosis penyebab : Serangan laba-laba kecil atau tungau disebut juga mite yang menghisap daun dan biasanya membuat sarang dibawah daun berupa anyaman berwarna putih. Serangan parah dimusim kemarau. Cara mengatasi : Pangkas daun tanaman yang terserang, bila sudah menyebar semprot dengan akarisida sesuai anjuran
5. Pada bunga terdapat bintik-bintik hitam, jika parah bunganya bisa rusak.
Diagnosis penyebab : Terserang thrip, yang menghisap cairan bunga dan meninggalkan bekas bintik hitam. Cara mengatasi : Semprot dengan insektisida yang mengandung diazinon 60 EC
6. Daun layu dan pada tulang daun bagian bawah menempel hama seperti sisik yang berwarna coklat kekuningan.
Diagnosis penyebab : Terserang kutu perisai yang menghisap cairan daun. Banyak terjadi serangan pada musim kemarau. Cara mengatasi : Bila masih sedikit sikat dengan sikat gigi bekas. Jika serangan sudah menyebar semprot dengan insektisida yang mengandung malathion. Memberikan efek yang baik bila sebelum disemprot daun dilap dengan kain basah, karena hama ini dilapisi oleh lilin.
Hama memang selalu membuat repot para hobiis. Yang akan menurunkan kualitas tanaman hias. Penanganan yang baik selama pemeliharaan akan dapat menyelamatkan dari hama tersebut. Setidaknya dapat mengurangi serangan. Pencegahan adalah syarat mutlak. Budidaya yang benar, pemupukan yang terprogram, penyemprotan insektisida yang rutin, penyiraman dan perawatan lainnya dengan tepat, akan menciptakan tanaman yang sehat. Sehingga akan dijauhi oleh hama tanaman.
Filed under: Hama dan Penyakit Tagged: | Hama tanaman hias, mengatasi hama




Kalau bunga yg mulai mekar ukurannya jadi lebih kecil dari biasanya, ini utk anggrek bulan, ini karena apa ?
Cek akarnya mungkin banyak rusak, ujung-ujungnya dimakan semut, atau serangga lainnya, sehingga anggreknya kurang nutrisi.
Tetangga saya punya banyak anggrek bulan, cuma digantung2 di pohon yg daunnya tdk rimbun, sehingga kl hujan ya diguyur air hujan kl panas ya kena panas. terkesan tdk dirawat krn akar2nya smp panjang dan ke-mana2. Tetapi bunganya banyak sekali. Apa krn sdh adapyasi dg keadaan tsb ?
1. ya betul sudah adaptasi
2. Mirip tempat aslinya di hutan
3. Akar anggrek adalah akar nafas, dengan kondisi bebas, akan lebih banyak menyerap nutrisi dari alam, yang penting ujung-ujung akarnya tidak rusak
Thank dah dibaca artikelnya…
Lengkap banget keterangannya.