BUBUR KETELA DALAM MEDIA KULTUR PEMBIBITAN TANAMAN ANGGREK


Anggrek bulan.1Saya lanjutkan lagi penambahan bahan pada media kultur. Artikel kali ini saya sampaikan bubur ketela. Ketela apa yang bisa dipakai untuk menambah pada media kultur. Ketela ada 2 macam, ketela pohon disebut juga singkong atau ubi kayu. Biasa dimanfaatkan untuk pati, sebagai camilan berupa keripik dan juga diolah untuk tape. Di Jawa masih banyak ragam makanan ringan dari bahan olahan ketela pohon. Yang kedua adalah, ketela rambat disebut juga ubi jalar. Di Jawa barat terkenal dengan ubi Cilembu yang sangat manis. DiJawa Timur ada varietas lain yaitu ubi Gunung Kawi.

Belakangan ini ketela pohon yang terkenal dengan nama singkong ini, diolah secara teknologi menjadi bioetanol. Yaitu sebagai bahan bakar pengganti premium. Kenapa bisa demikian .??. Dan kenapa juga bisa ditambahkan dalam media kultur..???. Ternyata…. Baik ketela pohon maupun ubi jalar, keduanya mengandung karbohidrat yang sangat tinggi. Dimana dapat digunakan sebagai sumber energi, yang akan dirubah menjadi gula. Dan gula adalah komponen penting dalam media kultur.

Kandungan Ketela

Ketela di Indonesia harganya murah, terjangkau dan mudah didapat. Digunakan sebagai bahan pangan, pakan dan kebutuhan untuk industri. Ketela mengandung karbohidrat yang tinggi. Disamping juga mengandung protein, mineral dan vitamin (Puonti-Kaerlas et al, 1999). Komposisi ketela adalah 80% berupa umbi dan 20% pati.

 

 

Komposisi

 

 

Ketela pohon/ubi kayu

 

 

Ketela rambat/ubijalar

Air (gr)Protein (gr.)Karbohidrat(gr.)

Serat (gr.)

Lemak (gr.)

Ca (mg)

Fe (mg)

P (mg)

Vitamin A (IU)

Vitamin C (IU)

Thiamin (mg)

Riboflavin (mg)

Niacin (mg)

Calorie (mg)

65,5

1,1

31,8

0,7

0,4

55

0,7

51

900

35

0,10

0,04

0,60

135

63,0

0,6

35,3

1,6

0,2

30

1,1

49

31

0,12

0,06

2,2

75

 

Menurut Santoso et al (1994), Ketela sebagai bahan pangan sumber karbohidrat.  Selain sebagai sumber karbohidrat, ubijalar juga mempunyai kadar vitamin A dan C. Tekstur umbinya ada yang keras karena banyak mengandung gula dan air. Umbi yang cerah cenderung lebih baik kadar patinya (setyono et al, 1996).

 Peranan bubur ketela

Sebagai sumber karbohidrat, Ketela dalam media kultur berperanan sebagai pemasuk gula. Gula adalah penting diperlukan dalam media kultur. Fonnesbech (1972) menyatakan konsentrasi sukrosa 3 – 4% dalam medium merupakan konsentrasi terbaik bagi pertumbuhan protocorm. sedangkan menurut Murashigea (1977) konsentrasi sukrosa yang digunakan berkisar antara 2 – 3%. Namun demikian untuk jenis-jenis tanaman tertentu konsentrasi gula dapat lebih tinggi. Sumber sukrosa dalam media mempengaruhi proliferasi (Enakasha et al, 1993) dan morfogenesis dalam kultur kalus (Eapen dan George, 1993).

Penambahan bubur ketela pohon dan ubi jalar dalam media kultur memberikan hasil yang lebih baik, bila dibandingkan dengan bubur ubi jalar saja. Penambahan bubur ketela dalam media kultur ini bisa sebagai pengganti bubur pisang ambon (Widiastoety dan Purbadi, 2000).

Ketela sudah digunakan bangsa kita sejak dulu, sebagai bahan pangan. Yang mana sebagai sumber karbohidrat. Dimana karbohidrat akan dirubah menjadi gula, sebagai sumber energi atau tenaga. Dari gula inilah yang memegang peranan penting, bisa digunakan untuk kebutuhan biologi maupun industri.

Satu Tanggapan

  1. Salam kenal…..saya bondan ….
    Saya ingin menanyakan beberapa hal tentang ketela pohon:
    1. Berapa kadar air dalam ketela pohon (%)?
    2. Berapa kadar C dan N dari ketela pohon?
    Terima kasih atas perhatiannya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: