PENAMBAHAN RAGI PADA MEDIA KULTUR PEMBIBITAN TANAMAN ANGGREK


Anggrek bulanSeperti yang saya sampaikan pada awal atikel media kultur, bahwa saya akan sampaikan 4 bahan yang bisa ditambahkan. Diantaranya, air kelapa, bubur pisang, bubur ketela dan ragi. Kali ini yang akan saya sampaikan adalah penambahan ragi. Kita mengenal ragi selama ini untuk pembuatan tape, pembuatan tempe dan roti. Ragi atau khamir adalah jamur Ascoinycetes yang berbentuk bulat, lonjong, panjang yang kebanyakan merupakan organisme uniseluler. Khamir menyebar secara alami pada tanah, debu, buah dan daun. khamir dapat menyesuaikan diri pada lingkungan dengan kadar gula tinggi.

Kandungan Ragi

Pada tahun 1974, Robbin dan White melakukan percobaan kultur jaringan dengan menambahkan ekstrak ragi kedalam medium. Hasil percobaan ini menunjukkan bahwa ekstrak ragi dapat memperbaiki pertumbuhan akar. Beberapa jenis ragi antara lain : saccaromyces cerevisiae, Kluyyeromyces marxianus var. Lactis, Kluyyeroinyces marxianus var. Marxianus atau candida utilitis ( Godfrey and Reichelt, 1983 ).

Ekstrak ragi merupakan sumber asam amino yang relatif murah. Bahan ini mengandung asam amino, peptida dan vitamin untuk pertumbuhan kultur. Ekstrak ragi selain kaya akan vitamin B juga mengandung nitrogen organik dan senyawa senyawa karbon.

Komposisi

Konsentrasi (%)

Bahan pemadat

Total nitrogen

NaCl

Protein

Asam amino ( % )

Alanin

Butyrate acid

Arginin

Aspargin

Sistine

Glutamate acid

Glycin

Histydine

Isoleusin

Leusin

Lysine

Metionin

Ortinin

Fenilalanin

Prolin

Serin

Treonin

Tyrosine

Valin

Vitamin ( ppm )

Thiamin

Riboflavin

Pyridoxine

Nyacimide

Pantotenat acid

70,00

8,80

1.00

55,00

 

3,9

0,1

2,1

3,8,

0,3

7,2

1,6

0,9

2,0

2,9

3,2

0,5

0,3

1,6

1,6

1,9

1,9

0,8

2,3

 

20-30

50-70

25-35

600

200

Ekstrak ragi merupakan substrat yang sangat baik bagi pertubuhan mikroorganisme dan dapat meningkatkan produksi enzim dalam skala besar ( Godfrey dan reichert, 1983 ), menurut Wang et al ( 1979 ) penggunaan ekstrak ragi dapat menyebabkan kenaikan pH medium.

Peranan Ragi

Konsentrasi ekstrak ragi yang dapat ditambahkan  dalam media kultur jaringan  berkisar antara 0,5 gr/l – 2gr/l (Guawan). Dalam kultur jagung yang dilakukan oleh Green et al. (1974) memperlihatkan bahwa dengan penambahan ekstrak ragi sebanyak 800 mg/l dapt memperbaiki tertumbuhan kalus (Gunawan, 1987). Konsentrasi ekstrak ragi yang optimal bagi pertumbuhan plantlent anggrek dendrobium adalah 1,25 gr/l.

Ragi mempunyai fungsi yang luas, baik untuk manusia maupun tanaman. Sebagi zat pengurai, ragi membuat singkong menjadi tape dan merubah karbohidrat menjadi gula. Demikian juga roti bisa mengembang, kedelai menjadi tempe adalah peran dari ragi. Ragi sebagai sumber asam amino, dengan peran kandungan nitrogennya dapat membatu pertumbuhan pada media kultur jaringan. Bagaimana penerapan pada tanaman remaja atau berbunga khususnya pada anggrek…?? Atau bagaimanakah penerapan limbah olahan makanan yang memanfaatkan ragi, sebagai pupuk tanaman hias atau tanaman anggrek..??. Saya pikir perlu dicoba dan Analisa yang mendalam. Anda mau coba..!! Sebagai alternatif pupuk organik.

Referensi :

Buku kenang kenangan “ EAST JAVA ORCHID SHOW 2001 “

4 Tanggapan

  1. apakah ragi roti dapat digunakan untuk pengakaran tunas tebu.
    karena ada yg mengatakan bhw ragi roti mengandung kinetin sehingga untuk pengakaran optimal diperlukan formulasi yg seimbang antara sitokinin dan auksin. apabisa IAA ditambah dgn ragi roti u/ pengakaran tunas tebu?

  2. Untuk itu saya belum pernah coba, memang benar untuk merangsang cepat pertumbuhan akar butuh hormon. Saya pernah coba dengan NAA o.1 ppm + vitamin B 1ppm untuk mempercepat pertumbuhan akar pada stek bibit krisan. Dan hasilnya bagus. Sekali lagi untuk tebu saya belum pernah. Mohon maaf, terima kasih

  3. Apakah kalu media bibit anggrek hanya air kelapa, bubur pisang, bubur ketela dan ragi. tetap bisa tumbuh bibit tersebut?
    Mohon infonya…trima kasih…

  4. gmna cara membuat ekstrak ragi???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: