CACAH DAUN, CARA PERBANYAKAN SANSEVIERIA DENGAN CEPAT


sansiTanaman hias satu ini dulu hanya ditanam untuk pagar atau  diambil seratnya, ditenun untuk pakaian, maupun karung. Tanaman hias yang popular dengan nama lidah mertua ini, sekarang kondang sebagai antikanker, antiseptik dan antipolutan. Hasil penelitian Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Sansevieria mampu menyerap 107 unsur yang terkandung dalam polusi udara. Sansevieria saat ini diminati oleh kolektor, hobiis tanah air. Karena sosoknya unik, variasi jenisnya melimpah, dan perawatan yang relatif mudah. Nama-nama seperti ; congo, cylindrical, coral blue, kirkii, francisii, patens atau hahnii yang banyak diburu dan dikoleksi.

 Perkembangan sansevieria sangat lambat. Umumnya dikembangkan secara vegetatif dengan pemisahan anakan. Lambat…, karena sansevieria hanya bisa menghasilkan 1 – 2 anakan setiap tahun. Untuk itu jumlahnya tidak meledak secepat tanaman hias lainnya, yang dikembangbiakan dengan biji bahkan dengan kultur jaringan. Ada cara untuk mempercepat perkembangbiakan sansevieria, dengan stek daun. Cara ini bisa mencetak ratusan sanseviera baru dalam waktu yang singkat.Berikut ini cara dan langkah-langkah yang harus dilakukan :

1. PILIH DAUN YANG DEWASA

            Pemilihan daun yang dewasa dan sehat adalah sangat penting. Dimana pertumbuhannya sudah maksimal. Daun yang dewasa akan mengurangi resiko cepat busuk. Sehingga perakaran akan cepat tumbuh. Semakin besar ukuran daun, makin banyak anakan yang dihasilkan.

 2. PENCACAHAN DAUN

            Sebelum dicacah, daun yang sudah dipilih dicuci dulu, kemudian dikeringkan. Lembaran daun yang sudah bersih, lalu diiris-iris dengan pisau atau cutter yang tajam dan bersih. Ini untuk menghindari terjadinya kontaminasi. Sehingga daun tersebut tidak busuk. Ukuran irisan 5 cm X 5 cm. Semakin kecil ukuran irisan, akan menghasilkan sansevieria baru yang lebih banyak. Tetapi resiko kegagalannya akibat busuk semakin besar.   

 3. MELETAKKAN IRISAN DAUN DIATAS MEDIA

            Siapkan media arang sekam di nampan. Ketebalan media 5 cm. Kemudian media dibasahi. Supaya irisan daun tidak mudah busuk, perlu disemprot dengan larutan fungisida. Dosis sesuai aturan produk jenis fungisida yang dipakai. Setelah disemprot irisan daun dikeringkan. Agar cepat tumbuh akar, irisan daun sansevieria tersebut pada bagian pangkal dicelupkan pada larutan hormon  perangsang akar. Setelah itu baringkan diatas media yang sudah disiapkan dan diatasnya taburi media tipis asal irisan daun tidak terlihat. Tujuannya supaya irisan daun tidak kering. Jaga kelembaban. Bila media mengering disemprot air dengan hand spray.   Untuk menjaga kelembaban tetap stabil dapat disungkup dengan plastik atau dimasukkan dalam rumah plastik, green house

 4. STEK DAUN DITANAM INDIVIDU

            Setelah 3 minggu kemudian, akar sudah mulai tumbuh. Irisan daun sansevieria  dipindah tanamkan ke pot individu. Dengan media tanam campuran arang sekam, kompos dan pasir malang dengan komposisi 1 : 1 : 2. Dianjurkan pakai ukuran pot 7 ~ 10. Media pot dijaga jangan sampai kering dan juga jangan terlalu basah. Jaga kelembaban tetap stabil dengan disungkup plastik atau ditempatkan dalam green house. Taruh ditempat yang teduh. Atau beri seding green house dengan paranet, sehingga panas matahari yang masuk berkurang. Anakan hasil stek daun siap dijual setelah berumur 5 – 6 bulan.

Tingkat keberhasilan sistem stek daun pada sansevieria ini tergantung pada pemilihan daun untuk bahan stek dan kestabilan kelembaban yang diperlukan. Kegagalan biasanya karena membusuknya irisan daun. Ini bisa disebabkan; irisan daun yang terlalu kecil (< 3 cm), kelembaban terlalu tinggi, saat pencacahan kontaminasi dan media terlalu tebal, basah serta penimbunan irisan daun terlalu dalam. Selamat Mencoba …..

Satu Tanggapan

  1. […] tanaman hias indoor dapat difungsikan sebagai penyerap udara kotor dalam ruangan antara lain : Sansiviera, Spatiphylum, Dieffenbachia, Kodaka, Lili Paris, Philodendron, palem kipas. Tanaman hias indoor […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: