Menyiasati Kelembaban pada pemeliharaan tanaman anggrek


Humidity atau yang biasa disebut dengan kelembaban adalah tingkat kebasahan udara. Kelembaban relatif penting untuk menunjang pertumbuhan tanaman anggrek. Kebutuhan kelembaban relatif untuk pertumbuhan anggrek 65% – 80%. Di Indonesia rata-rata kebutuhan kelembaban tersebut dapat tercapai, terutama pada malam hari, musim hujan atau pada daerah ketinggian. Untuk itu pembahasan tentang kelembaban relatif ini sering kali terabaikan.

Pengertian tentang, kebutuhan kelembaban yang cukup tinggi pada tanaman anggrek, bukan berarti tanaman anggrek menyukai banyak air atau basah terus menerus. Namun tanaman anggrek menyukai kelembaban. Jika kelembaban udara cukup tinggi yang menyebabkan tidak terjadinya penguapan pada tanaman, maka tanaman anggrek tersebut tidak perlu disiram. Penyiraman pada kondisi ini malah akan menyebabkan pot menjadi terlalu basah. Yang secara terus menerus akan menyebabkan terjadinya pembusukan pada akar dan tunas. Disamping juga bahaya akan serangan penyakit oleh bakteri, virus atau jamur.

Namun demikian pada dataran rendah terutama siang hari sangat sulit untuk mencapai kebutuhan ideal kelembaban tersebut. Untuk mencapai kebutuhan ideal, maka suasana kelembaban harus diciptakan, sehingga tidak mengganggu pertumbuhan maupun pembungaan tanaman anggrek. Ada beberapa cara yang dilakukan oleh wawa orchid untuk menyiasati kelembaban relatif ini. Dengan tujuan kebutuhan ideal kelembaban tersebut tercapai.

1. Penyiraman atau dispray.

Untuk membuat suasana lembab ini yang dilakukan penyiraman adalah lantai dibawah rak tanaman, bukan pada pot tanaman. Disini dibutuhkan air cukup banyak, apalagi musim kemarau. Bisa dilakukan juga dengan dispray atau pengkabutan. Untuk hobiiis yang hanya beberapa pot saja pengkabutan bisa dilakukan dengan hand spray. Namun bagi grower atau nursery anggrek diperlukan peralatan spray yang otomatis. Sehingga bisa diatur interval waktunya. Saat kapan pengkabutan diperlukan.

2. Alas pot dari asbes gelombang.

Maksudnya alas penataan pot tanaman anggrek yang biasanya dari kayu, bambu atau kawat, diganti dari asbes gelombang yang biasa dipakai atap. Cekungan asbes gelombang tersebut dapat menahan air lebih atau sisa saat dilakukan penyiraman tanaman. Sisa air ini dapat bertahan sampai sore. Sehingga dapat menaikan kelembaban.

3. Penataan pot dalam talang pvc.

Talang pvc dengan kedua ujungnya ditutup akan dapat menyimpan air atau cadangan air. Pot-pot tanaman anggrek ditata didalam talang pvc tersebut, kemudian talang diisi air secukupnya. Mempunyai pengaruh yang baik untuk tanaman anggrek phalaenopsis. Cara ini memang membutuhkan investasi talang yang cukup besar. Namun efisiensi dalam penggunaan air. Bila air dalam talang masih ada, tanaman tidak perlu disiram setiap hari. Air dalam talang pvc dapat dicampur juga dengan pupuk dosis rendah. Disamping meningkatkan kelembaban juga memberikan nutrisi untuk tanaman.

Ketiga cara diatas, yang selama ini dilakukan oleh wawaorchid untuk menaikan kelembaban. Bagaimana dengan Anda hobiis anggrek, ada cara lainnya…??? kami tunggu komentarnya…

Sekali lagi kami ingatkan anggrek bukan tanaman yang menyukai air berlebihan. Namun tanaman yang butuh kelembaban. Jangan takut tidak disiram bila kelembaban udara sudah tinggi. Karena dengan kelembaban yang cukup akar-akar nafas anggrek dapat mengambil air dan nutrisi yang ada dialam. Jangan abaikan juga sirkulasi udara dalam kebun, dengan sirkulasi udara yang baik maka kelebihan kelembaban dapat segara dibuang.

4 Tanggapan

  1. Kalau dari saya untuk lokasi jakarta khususnya sunter.
    Pot anggrek kita buat dari kawat ram ukuran 0.5 x 0.5 cm.
    Kita buat seperti tabung, dengan alas kawat ram juga dengan tinggi 10 cm. Terus untuk media saya beri arang kayu. Hanya saja kita tempelkan didinding tembok, dan sebelumnya diberi media pakis yang bentuk persegi panjang antara tembok dan kawat ram tadi. Hasilnya
    saat ini saya punya sekitar 8 pot anggrek bulan yg daunnya lebar 10 cm panjang sekitar 30 cm. Sangat jauh beda dari sebelumnya yang hanya pakai pot arang saja. Fungsi kawat ram agar air tidak mengenang, dan saat disiram bisa menyiram seluruh permukaan media arang sedangkan media pakis untuk menjaga agar kelembaban tetap terjaga. Untuk penghalang sinar matahari saya memakai paranet 1 layer.
    Problem yg saya hadapi :
    1. Pupuk yg sesuai belum tahu? Selama ini hanya pakai air pam aja.
    kadang bekas air cucian beras.
    2. Masih belum bisa untuk merangsang tumbuhnya bunga.
    3. Untuk mencari peranakan anggrek yg masih dalam botol dimana dan harganya berapa ya?
    Mohon petunjuknya.

  2. Bagus sekali tanaman anggrek Anda, pot apa saja bisa yang penting kita tahu karakter tanaman tersebut, untuk anggrek seperti yang sudah anda sebutkan, temperatur hangat namun butuh kelembaban dan air tidak menggenang. Untuk pupuk, kalau tanaman anda sudah cukup umur dan batangnya supaya merangsang bunga berikan pupuk daun (lewat daun) yang kandungan P nya lebih tinggi, merek apa saja dan aplikasi di sepraykan. Dan cucian beras cukup bagus karena mengandung vitamin B. Bibit botolan kalau di jakarta coba cari di penjual anggek di taman mini dan pupuk juga ada disitu. Kalau harga bervariasi tergantung jenis nya, ada 50 – 100 ribu dan ada yang diatasnya, harga per botol dan isi 30 an bibit.

  3. tanaman anggrek bulan saya baru dibeli 1minggu, pada waktu pertama kali dibeli bunganya banyak, tapi sekarang bunganya sudah rontok semua dan ada daun yang patah juga, apakah mungkin tanaman kelebihan air? karena bagian pangkal daun yang patah sangat berair… apakah anggrek bulan dapat dirawat secara indoor? tanaman yang kelebihan air apakah bisa kembali tumbuh normal? mohon saran dan petunjuknya…terima kasih

  4. Bunga anggrek punya jangka waktu tertentu, yang kemudian rontok, biasanya untuk anggrek hybrid bisa tahan lebih lama, tapi kalau ada masalah akan mempercepat proses kerontokannya. Tanaman anggrek butuh kelembaban, sehingga tidak perlu disiram setiap hari sampai basah, bila kondisi tempat anda kelembabannya tinggi cukup disepray saja. Anggrek bulan bisa saja dibuat indor, tapi juga harus dikeluarkan, minimal seminggu sekali dianginkan tapi jangan kena sinar matahari langsung. Untuk mengatasi over watering, bongkar media, ganti dengan yang baru kemudian penyiraman dikurangi. terima kasih semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: