Awas..!! jamur dan bakteri, musuh anggrek disaat musim hujan


Tahun 2010 ini, hampir diseluruh wilayah Indonesia curah hujan sangat tinggi. Banyak daerah terjadi banjir. Penyakit disebabkan oleh jamur dan bakteri sangat mengancam. Saat ini bulan dimana semestinya sudah terjadi musim kemarau, namun hujan dengan curah cukup tinggi hampir setiap hari. Hal ini yang menjadikan kelembaban relatif lebih tinggi dari biasanya. Jamur dan bakteri akan berkembang pesat.

Penggemar atau hobiis tanaman anggrek harus waspada dengan kondisi ini. Terutama yang tidak memakai green house, alias dipelihara dialam terbuka dengan naungan paranet. Kurang ketelitian akan serangan jamur dan bakteri pada tanaman anggreknya, penyesalan yang akan didapat. Penyebaran penyakit ini terjadi dengan cepat. Dan bersifat mematikan tanaman. Pengaturan sirkulasi udara yang baik, merupakan cara tepat. Sehingga kelembaban tinggi dapat dengan cepat dibuang. Sirkulasi udara bisa dibantu dengan pemasangan kipas angin. Cara kedua adalah dengan drainase yang baik. Tidak ada air menggenang dibawah rak tanaman anggrek atau disekitarnya. Sisa sisa air hujan atau siraman  mengalir baik dan cepat mengering.

Beberapa penyakit pada tanaman anggrek yang disebabkan oleh jamur dan bakteri :

1. Penyakit yang disebabkan oleh jamur.

Secara umum ditandai dengan rusaknya jaringan terutama pada daun. Pada daun bagian bawah terlihat noda-noda warna kuning dan spora jamurnya terlihat sebagai bintik-bintik warna coklat kehitaman. Kebanyakan jamur menyerang pangkal daun dan biasanya pada phalaenopsis, vanda, spathoglottis dan cymbidium. Dengan ciri, daun tampak seperti masih segar, tapi tiba-tiba terlepas karena pangkalnya membusuk dan berlendir.

  • Penyakit busuk hitam (bercak hitam). Disebabkan oleh jamur Phytophtora omnivora. Cirinya timbul warna hitam pada pangkal daun tanaman anggrek. Daun yang terserang terkulai lemas, karena pangkal daun yang menghitam akan melunak dan akhirnya membusuk.  Dapat dikendalikan dengan fungisida seperti baycor, benlate, vondoszeb 80 WP, Diethane M-45.
  • Penyakit busuk akar. Disebabkan oleh jamur Rhizoctania sp. Gejala tanaman anggrek yang terserang penyakit ini batangnya menipis dan membengkok serta daunnya rontok. Pada awalnya jamur ini menyerang leher akar anggrek yang kemudian menjalar ke batang tanaman. Pengendaliannya dengan fungisida seperti benlate, diethane M-45, vondoszeb 80 WP, baycor atau truban.
  • Penyakit layu fusarium. Disebabkan oleh jamur Fusarium sp. Layu fusarium menyerang pada akar yang terluka, yaitu saat pindah tanam atau saat perbanyakan tanaman dengan membelah rimpang. Gejalanya tanaman anggrek yang terserang layu seperti kekurangan air, daunya menguning dan mengeriput. Mengatasinya saat pindah tanam akar dapat direndam dengan fungisida. Luka pada rimpang saat perbanyakan tanaman dapat diolesi antracol atau diethane M-45. Sedang penyemprotan dapat dilakukan dengan benlate.

2.Penyakit yang disebabkan oleh bakteri.

Biasanya daunlah yang paling menderita. Daun yang diserang warnanya menjadi lebih hijau, lembek dan berair. Selanjutnya bekas luka serangan menjadi bercak-bercak coklat seperti karat pada besi. Menyerang pada tanaman anggrek phalaenopsis, cattleya, dendrobium, paphiopedilum, cymbidium.

  • Penyakit busuk lunak (soft-rot). Penyakit ini ada yang menyebutnya busuk basah atau bonyok daun. Disebabkan oleh bakteri Erwinia sp. Daun yang terserang menjadi lunak, basah dan berubah wana menjadi hijau lebih gelap serta mengeluarkan bau yang tidak sedap. Penyebarannya sangat cepat. Dalam tujuh hari sudah menjalar kepangkal daun dan dapat menyebabkan kematian pada tanaman. Penyakit ini biasanya menyerang pada anggrek cattleya, phalaenopsis, paphiopedilum, cymbidium. Dapat disembuhkan dengan menyemprotkan cuprocide 54-J, Agrimycine, dengan catatan penyakit belum menyebar secara merata.
  • Penyakit bercak daun (leafspot). Disebut juga bacterium cattleya, karena sangat berbahaya pada tanaman anggrek cattleya. Tapi juga menyerang phalaenopsis dan kadang-kadang pada dendrobium serta paphiopedilum. Bakteri ini biasanya menyerang pada tunas baru dan menghancurkan mata tunas. Gejalanya terlihat bintik agak tua, berisi cairan dan cepat membesar, lalu berubah menjadi coklat tua agak kehitaman. Kondisi temperatur dan kelembaban yang mempercepat proses penyebaran. Dapat diatasi dengan Agrimycine atau cuprocide 54-J, asal tidak terlambat.
  • Penyakit busuk daun. Gejalanya dimulai infeksi pada ujung daun atau pangkal daun. Jaringan akan menjadi kuning keabuan yang akhirnya cerah atau bening. Tangkai daun menjadi kisut, namun tidak menjalar keseluruh tanaman. Bisa diatasi dengan menyemprot agrimycine atau cuprocide 54-J.

Musim hujan memang berkah bagi para petani yang membutuhkannya. Namun bisa membawa bencana, banjir, longsor, ribuan hektar sawah gagal panen. Subur bagi pertumbuhan penyakit jamur dan bakteri. Kewaspadaanlah yang dibutuhkan. Kontrol tanaman diperketat. Drainase dan sirkulasi udara diperbaiki. Lebih baik mengadakan pencegahan dini. Namun demikian bila memperlihatkan gejala-gejala serangan penyakit lebih awal dapat terdeteksi. Isolasikan tanaman-tanaman anggrek yang terserang penyakit, untuk menghindari penyebaran yang lebih luas. Bila ada tanaman yang parah, potong bagian yang terserang dan musnahkan. Kemudian peralatan yang digunakan disterilisasi agar tidak menginfeksi tanaman yang sehat. Langkah selanjutnya adalah obati tanaman yang terserang sesuai dengan deteksi indikasi penyakitnya.

11 Tanggapan

  1. […] Awas..!! jamur dan bakteri, musuh anggrek disaat musim hujan […]

  2. Apa bisa jamur dan bakteri diatasi dengan menyemprot secara routine , mskp blm ada tanda-2 diserang jamur/bakteri?
    Apa menyemprot obat2an utk hama/bakteri bisa dicampur dengan pupuk waktu pemupukan.?
    Kl. bisa, brp hari sekali hrs diberikan pd tanaman ?

  3. Bisa diantisipasi dengan semprot fungisida atau bakterisida, intervalnya lihat tempat anda, kalau kelembabannya tinggi ya seminggu sekali.
    pestisida dan pupuk itu bahan kimia, kalau dicampur pasti akan ada reaksi kimia yang kita tidak tahu, ya kalau tambah kuat reaksinya akan tambah baik, kalau tambah melemahkan atau meracuni bagaimana, saya sarankan disemprotkan sendiri-sendiri saja, akan lebih aman. maaf jawabannya terlambat.

  4. Bagaimana bentuk jamur itu? Apakah seperti kapas atau cair?Dan apakah lumut pada akar anggrek itu berbahaya? Bagaimana membasmi lumut?

  5. jamur dianggrek ukurannya sangat kecil, bisa seperti kapas bisa bintik-bintik, kalau lumut sih tidak masalah asal ujung akarnya tidak tetutup, karena penyerapan sarimakanan lewat ujung akar.

  6. Permisi pak,,,apa ada cara lain dalam menanam biji anggrek yg sederhana tanpa memasukknya dalam botol?

  7. Susah Mas, biji sangat kecil dan mudah kontaminasi (busuk)

  8. Lalu,media yg cocok untuk biji anggrek apa y pak?

  9. Saya punya anggrek dendrobium sudah dewasa tpi ada berkcak2 di daun nya berwarna kuning. Disebabkan apakah itu. Dan ada juga phalaenopsis hasil keiki, kemudian anakan nya itu sy pindahkan ke pot, selang sebulan daun nya bercak hijau seperti terkelupas. Apa yg harus saya lakukan dengan kedua anggrek tersebut. Dan bagaimana mengatasinya. Terima kasih.

  10. Yang bercak kuning mungkin jamur, coba dicek lagi apakah bercaknya terus mengering apa tidak atau disertai seperti seperti kehitaman, coba saja disemprot fungisida seminggu sekali dan jangan banyak disiram, kalau bisa diteduhkan dulu. Yang phalaenopsis coba amati lagi yang bercak hijau mengelupas tersebut berair dan bau apa enggak, kalau bau mungkin saja bakteri, kalau memang spt itu dibuang saja, biar tidak cepat menular.

  11. […] Menyebabkan pertumbuhan bakteri dan jamur. Sehingga menyebabkan penyakit seperti bercak daun, busuk akar, busuk tunas bahkan rontoknya kuncup-kuncup bunga. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: