Overwatering, bagaimana cara meminimalkan, dan menghindarinya


Sudah dijelaskan pada posting sebelumnya, bahwa overwatering atau akibat kebanyakan air pada tanaman anggrek sangat merugikan. Tidak hanya secara finansial, tapi juga waktu. Yang jelas dengan kejadian overwatering yang tidak terkontrol akan meyebabkan tanaman terganggu pertumbuhannya dan pembungaannya. Akibat dari overwatering pada tanaman anggrek seperti busuknya akar dan suburnya pertumbuhan jamur dan bakteri. Hal inilah yang harus cepat diantisipasi oleh hobiis anggrek bila tanamannya dipelihara pada kebun terbuka.

Saat ini diseluruh wilayah Indonesia, kondisi musim yang tidak menentu, curah hujan yang tinggi, pekebun anggrek harus mempunyai perhatian lebih. Kenaikan kelembaban yang cukup tinggi harus diwaspadai. Ancaman overwatering untuk kebun terbuka harus cepat dicarikan solusi mengatasinya.

Beberapa hal yang dapat meminimalkan kejadian overwatering :

1.    Pemilihan jenis pot harus tepat, pakai pot yang berlubang banyak, sehingga guyuran hujan yang diterima akan bisa kangsung tuntas terbuang dari pot. Bila pakai pot plastik, tambahkan lubang disamping dan lubang dibawah dapat diperbesar. Yang penting media tidak keluar.

2.    Pakai media tanam yang tidak banyak mengikat air atau mempunyai drainase dan aerasi udara yang bagus, sehingga guyuran hujan yang terus menerus tidak tersimpan dalam pot. Hindari pemakaian media sphagnum moss atau sabut kelapa, dimana keduanya mempunyai daya ikat air yang tinggi. Media yang bisa digunakan adalah arang kayu atau pakis.

3.    Draenase dan aliran udara dalam kebun harus baik. Bila terjadi hujan, airnya bisa langsung terbuang tuntas. Tidak ada genangan-genanga air dikebun. Bisa ditambahkan kipas bila aliran udara kurang baik. Hal ini akan membantu penguapan sisa-sisa air hujan.

4.    Untuk mengantisipasi pertumbuhan jamur maupun bakteri, spray secara rutin, seminggu sekali, dengan fungisida dan bakterisida. Dosis sesuai aturan pembuatnya.

5.    Untuk menghindari kejadian overwatering, pemeliharaan dalam green house plastik sangat disarankan. Semuanya dapat dikontrol, termasuk kebutuhan air. Disamping juga kualitas bunga yang dihasilkan akan lebih baik dari kebun terbuka.

Sebenarnya hanya satu masalah air, namun dapat meluas dan menimbulkan masalah lainnya, termasuk penyakit dan kematian. Kecepatan dan ketepatan mengatasi hal ini sangat dibutuhkan. Agar terhindar dari kerugian yang lebih besar. Kelima hal diatas mudah-mudahan dapat menjadi dasar pemikiran bagi para hobiis yang mempunyai masalah dengan overwatering. Akan lebih baik mengantisipasi lebih awal dari pada sudah terlanjur terjadi kerusakan yang lebih parah. Salam anggrek selalu…. dan selalu waspada, musim hujan ini tidak menentu kejadiannya dengan curah yang sangat tinggi.

10 Tanggapan

  1. kalau untuk anggrek yg masih kecil dg media mos, saya menyiramnya dengan saya raba media tsb. kl msh basah gak tak siram.
    Apa penyiraman dengan air beras itu baik ?

  2. Memang klau media masih basah ditunda saja penyiramannya, untuk anggrek kecil atau yang baru dikeluarin dari botol lebih pas siramnya di spray saja.
    Untuk penyiraman dengan air beras,bagus saja asal airnya cukup. Diketahui air cucian beras masih mengandung vitamin B, dan ini cocok juga pada anggrek, tapi untuk merangsang pertumbuhan perlu juga dipupuk dengan pupuk N yang tinggi biar tambah bagus. Terima kasih

  3. oh gitu ya,,,green house plastik itu seperti apa sih Mas,,,tolong digambarkan secara rinci. Thanks

  4. Kalau green house yang beneran semua bahan atap dari kaca, biayanya kan mahal. Diganti plastik yang anti UV, costnya murah dan tahan lama juga. Kalau dindingnya pakai screen kasa.

  5. Saya menyiram anggrek bulan yg msh muda/kecil-2 dg meraba mouse kl msh basah gak tak siram,kl pagi tak jemur di sinar pagi. untuk yg sdh besar pagi saya jemur dan tak siram air beras setiap hari.
    Menjemur hanya smp sinar belum kuat kira2 jam 9 – 10 pgi. Apa itu cukup baik ?

  6. Cukup baik, sebenarnya tidak usah angkat sana-sini untuk dijemur, klo sedikit sih tdk repot, bagaimana klo jumlah banyak, bri naungan saja dengan paranet 60 – 70% lebih praktis dan lebih baik.

  7. Salam kenal mas, saya ingin menjadi petani anggrek di kawasan lereng merapi Kabupaten Sleman. Cita-cita saya punya greenhouse dan tanaman anggrek dalam pot yang cukup banyak. kira-kira jenis anggrek apa yang cocok ?

    Terimakasih.

  8. Haloo…
    Saya punya pengalaman buruk dalam memelihara anggrek..
    Akar cattleya dan phalaenopsis saya busuk semua…
    Karena itu saya ganti medianya dari media moss menjadi pakis dan saya siram setiap hari..
    Tetapi tetap saja akar membusuk.. Terutama cattleya akarnya hampir busuk semua.. Apakah menyiramnya tidak boleh tiap hari?
    Sebagai info, anggrek saya letakkan di teras ternaungi dengan suhu relatif panas..
    Mohon pencerahannya..
    Terima kasih..

  9. Pot anda dari apa ya…dan bagaimana lubangnya, coba cek, bila dari plastik tambah lubang-lubang disamping, yang penting anggrek tidak suka air sampai menggenang, dan akar anggrek akar nafas jadi akarnya lebih suka bebas. Tidak perlu disiram setiap hari bila kondisi media masih basah dan lingkungan anda kelembaban tinggi. selamat mencoba.

  10. Saya baru belajar memelihara anggrek bulan. Pertama kali membeli anggrek itu sedanga berbunga dan menngunakan pot plastik. Kemudian ada daun yg menguning kemudian gugur. Akhirnya saya pindahkan ke pot tanah liat dan baian dasarnya saya gunakan akar pakis dan bagian atas sebagai penutup saya gunakan moss. Tp akhir akhir ini saya perhatikan dibalik daun timbul bercak bercak hitam. Apakah ini penyakit? Apakah penyebabnya? Bagaimana mengobati dan mencegahnya?
    Juga apakah normal bunga yang sdh mekar sekitar 2 minggu kemudian kering dan rontok? Kerontokan itu terjadi dengan mulai mekarnya bunga yang lain.

    Mohon bantuannya dan seelumnya saya ucapkan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: